Kamis, 18 Oktober 2012

organisasi sosial



Organisasi sosial


Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

Daftar isi

  [sembunyikan
Hakekat Lembaga SosialKeberadaan lembaga sosial tidak lepas dari adanya norma dalam masyarakat. Di mana nilai merupakan sesuatu yang baik, dicita- citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Oleh karenanya, untuk mewujudkan nilai sosial, masyarakat menciptakan aturan-aturan yang tegas yang disebut norma sosial. Nilai dan norma inilah yang membatasi setiap perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Sekumpulan norma akan membentuk suatu sistem norma. Inilah awalnya lembaga sosial terbentuk. Sekumpulan nilai dan norma yang telah mengalami prosesinstitutionalization menghasilkan lembaga sosial.Proses terbentuknya Lembaga SosialPara ilmuan sosial hingga saat ini masih berdiskusi tentang penggunaan istilah yang berhubugnan dengan ”seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya”. Istilah untuk menyebutkan seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya itu, terdapat dua istilah yang digunakan, yaitu ”social institution” dan ”lembaga kemasyarakatan”. Mana yang benar? Tentu semunya tidak ada yang salah, semuanya benar. Hanya saja ada perbedaan penekanannya. Mereka yang menggunakan istilah ”social institution” pada umumnya adalah para antropolog, dengan menekankan sistem nilai-nya. Sedangkan pada sosiolog, pada umumnya menggunakan istilah lembaga kemasyarakatan atau yang dikenal dengan istilah lembaga sosial, dengan menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan sekaligus abstrak. Pada tulisan ini, akan digunakan istilah lembaga sosial dengan tujuan untuk mempermudah tingkat pemahaman dan sekaligus merujuk pada kurikulum sosiologi yang berlaku saat ini.Pada awalnya lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakatan. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan , kemudian timbul aturan-aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan. Lembaga sosial sering juga dikatakan sebagai sebagai Pranata sosial.Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga apabila norma tersebut :
  1. Diketahui
  1. Dipahami dan dimengerti
  1. Ditaati
  1. Dihargai
Lembaga sosial merupakan tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan Asosiasi. Lembaga dengan Asosiasi memiliki hubungan yang sangat erat. Namun memiliki pengartian yang berbeda. Lembaga yangg tidak mempunyai anggota tetap mempunyai pengikut dalam suatu kelompok yang disebut asosiasi. Asosiasi merupakan perwujudan dari lembaga sosial. Asosiasi memiliki seperangkat aturan, tatatertib, anggota dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain Asosiasi memiliki wujud kongkret, sementara Lembaga berwujud abstrak. Istilah lembaga sosial oleh Soerjono Soekanto disebut juga lembaga kemasyarakatan. Istilah lembaga kemasyarakatan merupakan istilah asing social institution. Akan tetapi, ada yang mempergunakan istilah pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Hal ini dikarenakan social institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku para anggota masyarakat. Sebagaimana Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas- aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Istilah lain adalah bangunan sosial, terjemahan dari kata sozialegebilde (bahasa Jerman) yang menggambarkan bentuk dan susunan institusi tersebut. Namun, pembahasan ini tidak mem- persoalkan makna dan arti istilah-istilah tersebut. Dalam hal ini lebih mengarah pada lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial, karena pengertian lembaga lebih menunjuk pada suatu bentuk sekaligus juga mengandung pengertian yang abstrak tentang adanya norma-norma dalam lembaga tersebut. Menurut Robert Mac Iver dan Charles H. Page, mengartikan lembaga kemasyarakatan sebagai tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam suatu kelompok masyarakat. Sedangkan Leopold von Wiese dan Howard Becker melihat lembaga dari sudut fungsinya. Menurut mereka, lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai suatu jaringan dari proses- proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan tersebut serta pola- polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan sekelompoknya. Selain itu, seorang sosiolog yang bernama Summer melihat lembaga kemasyarakatan dari sudut kebudayaan. Summer meng- artikan lembaga kemasyarakatan sebagai perbuatan, cita-cita, dan sikap perlengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal serta yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Oleh karenanya, keberadaan lembaga sosial mempunyai fungsi bagi kehidupan sosial. Fungsi-fungsi tersebut antara lain: a. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok. b. Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan. c. Memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan terhadap tingkah laku para anggotanya.Dengan demikian, lembaga sosial merupakan serangkaian tata cara dan prosedur yang dibuat untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, lembaga sosial terdapat dalam setiap masyarakat baik masyarakat sederhana maupun masyarakat modern. Hal ini disebabkan setiap masyarakat menginginkan keteraturan hidup.Ciri-ciri organisasi sosialMenurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  1. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  1. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  1. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  1. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  1. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.Alasan berorganisasiOrganisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi. b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1) Dapat memperbesar kemampuannya 2) Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. 3) Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.Tipe-tipe organisasiSecara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.Organisasi Formal ResmiOrganisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).Organisasi informalKeanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
  • Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
  • Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.
Organisasi berdasarkan sasaran pokok merekaOrganisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah:
  1. Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
  1. Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
  1. Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
  1. Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations)
  1. Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations)
  1. Organisasi-organisasi sosial (social organizations)
  1. Organisasi-organisasi politik

Organisasi Sosial Masyarakat Kamoro: Pandangan AwalSebagai masyarakat peramu yang tinggal di dalam hutan, masyarakat Kamoro hidup secara berkelompok. Selain memudahkan saat mencari sumber daya alam, hidup berkelompok juga erat kaitannya dengan penjagaan wilayah ulayat. Jumlah anggota kelompok yang banyak akan memudahkan mereka mempertahankan wilayahnya dari ancaman pihak luar. Seperti diketahui, wilayah ulayat bagi masyarakat Kamoro bukan sekadar tanah tempat tinggal. Di dalamnya terdapat sumber daya alam yang melimpah sebagai bahan pokok untuk makanan dan mata pencarian yang akan menjamin kelangsungan kehidupan mereka. Tanah ulayat juga menjadi tempat masyarakat untuk saling berinteraksi antara satu keluarga dan keluarga lainnya. Yang tak kalah pentingnya, tanah ulayat itu bisa menjadi lambang eksistensi keberadaan sebuah fam atau taparu. Karena itu, kehilangan tanah ulayat akan menjadi “bencana besar” bagi masyarakat Kamoro, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.Karena keberadaan tanah sangat penting dalam kehidupan masyarakat Kamoro, diyakini bahwa potret kehidupan sosial masyarakat tidak akan lepas dari pemanfaatan tanah oleh masyarakat. Kelompok-kelompok keluarga yang bersama-sama mencari sagu atau ikan diasumsikan terus bersama ketika memasuki kehidupan di luar pencarian sagu atau ikan. Asumsi ini tentu saja menarik. Tulisan ini akan difokuskan pada organisasi sosial masyarakat Kamoro subsuku Nawaripi.Dalam beberapa kali perbincangan dengan masyarakat, mereka menyebutkan bahwa setiap taparu mempunyai kawasan dusun sagu sendiri. Di dalamtaparu sendiri terdapat beberapa keluarga yang biasa mencari sagu secara bersama. Setiap keluarga itu pun mempunyai kawasan dusunnya sendiri.Berdasarkan kepemilikannya, ada tiga jenis dusun sagu. Pertama, dusun sagu milik taparu. Kedua, dusun sagu milik keluarga. Dan ketiga, dusun sagu milik umum. Pada jenis yang pertama, dusun sagu secara de facto dimiliki oleh taparutertentu. Karena itu, pihak lain dari luar taparu yang bersangkutan yang akan memangkur sagu di tempat ini harus meminta izin dari “pemimpin” taparu yang bersangkutan. Dalam konteks dusun sagu milik taparu –dan juga milik keluarga– pihak luar bukan berarti semata-mata orang luar suku Kamoro. Pihak luar di sini berarti orang-orang yang bukan satu taparu atau keluarga, tapi dibawa oleh anak mantu (saudara ipar) untuk memangkur sagu di tempat itu. Kalau diizinkan, si pemangkur sagu akan mendapat jatah waktu tertentu. Bila jatah waktunya habis, dia harus segera meninggalkan tempat itu. Waktu bisa diperpanjang bila si pemilik mengizinkan. Biasanya ada aturan tersendiri bila orang luar ini mengambil sagu di lokasi milik taparu. Dalam dua-tiga hari pemangkuran, hasil sagu itu harus diberikan kepada “pemimpin” taparu sebagai hadiah karena telah diizinkan mengambil sagu di tempatnya, yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat. Baru pada hari keempat dan seterusnya orang itu dapat memangkur sagu untuk dirinya.Pada jenis yang kedua, dusun sagu sepenuhnya milik keluarga dari taparutertentu. Kepemilikan ini berdasarkan ikatan keluarga atau perkawinan. Karena itu, orang luar dari keluarga pemilik dusun sagu yang akan mengambil sagu harus datang kepada kepala keluarga si pemilik untuk meminta izin memangkur sagu. Bila diizinkan, dia boleh mengambilnya. Seperti pada jenis pertama, aturan mainnya juga sama. Si pemangkur sagu harus memberi sagu kepada kepala keluarga sebagai hadiah.Untuk jenis yang ketiga, dusun ini memang dimiliki oleh umum. Namun, umum di sini bukan berarti semua orang dapat mengambilnya. Umum dalam pengertian ini adalah untuk satu subsuku, misalnya Nawaripi. Orang di luar subsuku Nawaripi, tidak boleh mengambilnya.Dari beberapa perbincangan dengan masyarakat, dusun sagu milik umum ini muncul akibat hilangnya batas-batas kepemilikan antar-taparu/fam. Dahulu tidak pernah ada yang disebut dusun sagu umum. Dusun sagu selalu dimilikitaparu/keluarga. Saat ini batas-batas itu hilang akibat pertambangan atau perluasan wilayah.Dusun sagu milik umum juga boleh dipangkur orang di luar taparu atau keluarga. Permohonan izin disampaikan kepada “kepala suku”. Selanjutnya, kepala suku akan meminta seseorang untuk mengawasi pemangkuran. Seperti jenis yang pertama dan kedua, ada pula hadiah yang harus diberikan.Dalam konteks pemberian hasil sebagai hadiah, hal itu tidak hanya dilakukan sebatas tanda terima kasih. Pemberian itu juga bisa berarti bayaran atas pelanggaran yang dilakukan si pemangkur, seperti masuk tanpa izin atau melanggar batas waktu yang telah ditentukan.Selain itu, ada pula jenis binatang yang harus dihadiahkan kepada si pemilik bila si pemilik menangkapnya di area dusun sagu tersebut. Binatang itu adalah babi, kasuari, dan buaya. Bagian yang diberikan adalah batas pinggang ke bawah.Seperti halnya dalam masalah dusun sagu, masyarakat mempunyai lokasi-lokasi tertentu dalam mencari ikan. Kepemilikannya pun terbagi tiga: keluarga,taparu, dan umum.Secara umum aturan main yang terdapat dalam masalah penangkapan ikan sama dengan yang terjadi di dusun sagu. Meski demikian, dalam hal ini ada tambahan pada jenis-jenis ikan hasil tangkapan.Dalam masalah penangkapan ikan, ada beberapa jenis ikan yang mempunyai arti tersendiri bagi masyarakat. Ikan-ikan jenis ini sangat dilindungi dan dijaga karena bisa dikatakan sebagai makanan pokok masyarakat. Jenisnya antara lain:1. Buaya2. Kura-kura besar3. Kakap besar4. Kerapu5. Ikan ekor satu/leleAda aturan main untuk jenis ikan-ikan tersebut bila ditangkap oleh orang luar (lihat kriteria orang luar dalam pemangkuran sagu) yang bukan pemilik lokasi tangkapan ikan. Pertama-tama si pemilik akan mengingatkan kepada si penangkap ikan bahwa ikan-ikan itu merupakan ikan yang tak boleh ditangkap sembarangan. Kalaupun akhirnya tertangkap, pihak luar yang menangkapnya harus memberi hadiah kepada si pemilik. Pembagiannya mirip dengan binatang yang terdapat di dusun sagu, bagian ikan dari pinggang ke bawah menjadi hadiah si pemilik lokasi.Taparu secara sederhana dapat dikatakan sebagai media pemersatu antarkeluarga atau fam yang hidup secara berkelompok. Taparu juga bisa disebut penjelmaan dari sistem kekerabatan yang luas di dalam masyarakat Kamoro. Kehidupan masa lalu yang kerap diwarnai peperangan dan pembunuhan membuat setiap keluarga harus hidup secara bersama agar mampu menguasai lahan yang banyak dan sanggup mengusir musuh. Terbentuknya sebuah subsuku juga hasil sebuah pengelompokan beberapa taparu yang diikat kata sepakat untuk bersama-sama memerangi suku lainnya dan menjaga wilayah yang disepakati.Bila menyimak cerita-cerita tentang sejarah subsuku Nawaripi, di situ akan terlihat bagaimana taparu menjadi bagian penting dari sistem kekerabatan di antara mereka. Masyarakat akan langsung menyebut taparu sebagai cikal bakal kekerabatan. Individu-individu hanya disebut jika ia memang bagian yang paling menonjol dalam sebuah peristiwa. Selebihnya mereka akan langsung mengatakantaparu sebagai sebuah kelompok besar dari beberapa keluarga atau fam.Dari awal cerita, masyarakat langsung menyebut bahwa mereka adalah keturunan binatang tertentu, seperti buaya atau tupai. Simbol ini mengasumsikan bahwa individu tidak dikultuskan. Prinsip ini pula yang membuat mereka berciri egaliter.Subsuku Nawaripi berasal dari tiga kelompok besar atau taparu, yaitu Neyeripi-Ameyeripi (Negeripi, yang sekarang disebut NA), Mutuawe-Matuawe (Wokuawe, yang sekarang disebut MM), dan Kaugapu. Penonjolan taparu sebagai identitas awal bisa menandakan bahwa nama keluarga tidak menjadi begitu menonjol atau ditonjolkan. Hal ini juga mengasumsikan bahwa identitas seseorang lebih banyak berada di balik nama taparu-nya. Karena itu, tidak mengherankan jika beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa taparu adalah bagian paling penting untuk melihat organisasi sosial masyarakat Kamoro.Dari citra awal seperti yang disebutkan di atas, taparu memang sebuah organisasi masyarakat yang unik. Dahulu, taparu dipimpin oleh seorang kepala (panglima) perang. Kepala perang ini mempunyai wakil-wakil yang meliputi tukang bagi, tukang ukir, tukang nyanyi, dan kepala sasi. Kepala perang dan wakil-wakilnya tidak bisa digantikan oleh siapa-siapa kecuali saudara atau keturunannya, bahkan sampai kini.Tidak ada pemilihan dari masyarakat.Ketika perang akan dimulai, panglima perang ini akan memerintahkan tukang bagi untuk membagi keluarga-keluarga yang ikut perang dalam sebuah susunan yang telah menjadi kesepakatan. Selanjutnya, perahu dan senjata mereka akan diukir oleh tukang ukir untuk menandakan asal serta menyimbolkan sesuatu. Pada upacara adat sebelum keberangkatan, tukang nyanyi menjadi pusat perhatian karena dialah yang akan berada di tengah-tengah masyarakat untuk membangkitkan semangat. Dalamtaparu juga ada yang disebut kepala sasi. Dia yang nantinya bertugas menentukan hukuman bagi seseorang yang melanggar batas wilayah ulayat.Di bawah taparu ada yang namanya keluarga atau fam. Keluarga-keluarga ini terbentuk berdasarkan ikatan darah dan perkawinan. Keluarga bisa disebut besar bila ia mempunyai banyak keturunan. Hal ini memberi kesempatan kepada keluarga itu untuk membentuk kelompok-kelompok yang banyak, yang pada akhirnya disegani masyarakat. Keluarga ini biasanya dipimpin oleh seorang kepala keluarga yang dianggap paling senior oleh keluarga itu. Kepala keluarga inilah yang menentukan segala sesuatu yang menyangkut kehidupan keluarga itu.Uraian di atas sedikit banyak telah membawa gambaran mengenai organisasi sosial dalam masyarakat Kamoro. Yang kemudian menjadi pertanyaan, bagaimana keadaan pada saat ini? Apakah hal itu masih berlangsung?Sejak agama dan pemerintahan mulai masuk ke wilayah Papua, perang suku relatif berkurang. Konflik-konflik yang diakhiri dengan pembantaian juga hampir tidak ada lagi. Kondisi ini membuat masyarakat dapat hidup dengan tenang. Dengan keadaan demikian, fungsi panglima perang jelas sudah berkurang. Bahkan, di MM panglima perang sudah dianggap tak ada lagi. Kedudukan panglima perang digantikan oleh semacam “kepala taparu” yang pegang oleh keluarga paling senior dan tahu dengan pasti sejarah serta adat istiadat di MM.Kepala taparu mempunyai peran dalam mengatur keharmonisan setiap keluarga di dalam taparu yang bersangkutan. Jika terjadi konflik antarkeluarga, kepala taparu inilah yang menyelesaikannya. Kepala taparu bisa dianggap sebagai tokoh yang dituakan (senior) di dalam taparu, tempat masyarakat menggantungkan harapan dan keinginannya. Karena dianggap paling senior, kepala taparu inilah yang berhak menceritakan kisah-kisah taparu-nya kepada orang lain.Dalam tugasnya, kepala taparu dibantu oleh tukang bagi untuk mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan harta atau hasil yang dimiliki oleh taparu. Tukang bagi ini juga diwariskan secara turun-temurun, sehingga tidak dapat digantikan oleh orang lain. Bila tukang bagi ini mati, adiknya yang menggantikan. Kalau tak ada adik, anaknya yang akan mengambil tongkat kepemimpinan. Jadi, semua hal yang berkaitan dengan pendapatan taparu harus masuk melewati orang ini. Keadaan ini terus berlangsung sampai sekarang.Satu orang lagi dari tugas tradisional yang masih berfungsi sampai sekarang adalah kepala sasi. Masyarakat Nawaripi mengenal sasi untuk kepemilikan di darat dan di air. Kepemilikan di darat meliputi lahan ulayat, dusun sagu, dusun kelapa, dan kebun masyarakat. Sementara itu, wilayah air adalah semua hal yang berhubungan dengan sumber daya yang terdapat di sungai.Berbeda dengan tempat lain yang mengumumkan sasi untuk orang banyak agar tidak dilanggar, dalam masyarakat Nawaripi penerapan sasi dilakukan secara diam-diam. Masyarakat yang kecewa karena wilayah ulayatnya dimasuki tanpa izin berkumpul untuk membahas masalah ini. Kepala sasi akan membuat semacam upacara adat untuk memberlakukan sasi di wilayah itu. Setelah itu, setiap keluarga yang mempunyai lahan di tempat itu akan membersihkan lahan dan menebar racun di wilayahnya. Dari beberapa sasi yang diterapkan, sasi sagu merupakan yang terberat, karena si pencuri akan langsung mati bila mengambil sagu tanpa izin.Sebenarnya ada satu lagi jabatan di dalam taparu atau subsuku, yaitu kepala suku. Tapi, karena fungsinya yang hanya berada di seputar batas wilayah tanah ulayat, kedudukannya tidak setinggi yang disebut sebelumnya di dalam masyarakat.Kalau taparu hanya sebatas hubungan kekerabatan antarkeluarga/fam, keluarga merupakan kelompok sosial yang hubungannya sangat kuat. Dari keluarga inilah kekerabatan taparu muncul. Kekuatan keluarga dapat diidentifikasi dari kepemilikan lahan dalam tanah ulayat. Tanah ulayat memang bisa dimiliki taparu, tapi sumber makanan pokok di dalamnya sudah menjadi milik keluarga, bukan lagi miliktaparu.Karena lahan-lahan di dalam tanah ulayat taparu dimiliki oleh keluarga, maka hubungan antarkeluarga menjadi sangat kuat. Dari sinilah muncul kelompok-kelompok dasar dari masyarakat yang jumlahnya sekitar 8–12 orang. Kelompok ini sifatnya sangat kuat dan tetap karena dasar hubungannya adalah darah dan perkawinan.Keluarga sebagai basis awal pembentukan kelompok di dalam masyarakat memang mempunyai aturan yang sangat ketat. Tidak sembarang orang bisa masuk dalam kelompok keluarga, kecuali punya hubungan darah. Orang luar (lelaki) yang mau masuk ke dalam kelompok keluarga lewat cara kawin masuk harus mendapat persetujuan dari seluruh keluarga, terutama dari keluarga wanita (kakak atau adik laki-laki, yang biasa disebut mamak). Bila tidak disetujui, perkawinan dapat dibatalkan dan si pria bisa ditolak. Bahkan, dalam urusan mas kawin, ada yang disebut uang untuk mamak. Uang ini yang kadang menjadi bahan untuk memutuskan apakah si calon pria layak masuk keluarga si wanita.Dalam praktiknya, mas kawin terbagi menjadi dua: untuk ibu dan mamak. Untuk ibu biasanya disebut uang susu dan uang perut (disebutkan sebagai pengganti biaya susu dan sakitnya waktu melahirkan). Jumlahnya masing-masing berbeda. Zaman dahulu biasanya diberikan dalam bentuk alat-alat rumah tangga dan perlengkapan nelayan, seperti perahu dan dayung. Saat ini, menurut seorang masyarakat, biaya itu masing-masing berjumlah sekitar Rp 5 juta.Yang kadang menjadi masalah adalah uang untuk mamak. Jumlahnya kadang lebih besar daripada uang susu dan uang perut. Si mamak beranggapan bahwa anak perempuan merupakan aset yang berharga untuk meneruskan keturunan keluarga. Jadi, biayanya bisa sangat mahal. Kalau si pria bisa membayar semuanya, si perempuan bisa langsung dibawa masuk ke keluarga si pria. Kalau sudah demikian, keluarga si perempuan sudah tak bisa ikut campur dengan kehidupan mempelai wanita. Karena itu, yang biasa terjadi, si pria melakukan kawin masuk ke keluarga wanita. Konsekuensinya, si pria harus memutuskan hubungan dengan keluarganya. Jadi, bila ada konflik keluarga, si pria tetap harus membela keluarga wanita. Kalau si pria tetap ngotot membela keluarganya, keluarga wanita akan mengambil kembali istrinya dan menceraikan si pria.Akan tetapi, bila si pria hanya mampu membayar salah satu dari uang itu dan membawa si wanita masuk ke dalam kelompoknya, keluarga wanita mempunyai hak meminta anaknya yang sulung kepada pengantin itu bila mereka mempunyai anak. Dengan demikian, urusan pembayaran jadi selesai.Aturan uang mamak itu jelas membuat kedudukan mamak sangat tinggi. Saking tingginya, si bapak tak punya kekuatan selain hanya memberi nama fam dan nama tanah kepada anaknya. Urusan selanjutnya dipegang oleh mamak dari anak itu. Hal ini juga tercermin dari pesta adat karapau.Dalam soal perkawinan, lelaki dapat mengawini siapa saja, asal tidak satu keluarga atau satu hubungan darah. Meski demikian, untuk memperkuat taparu-nya, seorangg laki-laki dianjurkan menikah dengan keluarga lain di dalam taparu-nya agar ulayatnya terus terjaga. Misalnya, seorang laki-lai keturunan taparu Ameyeripi disarankan untuk menikah dengan seorang wanita dari Ameyeripi pula.Hubungan dalam perkawinan sering disebut kaokaparu dan kaokapati.Kaokaparu berarti hubungan perkawinan yang didasarkan dari pihak perempuan. Jadi, bila si A kawin dengan B, maka pihak A akan menyebut B dan keluarganya sebagaikaokapuru. Sebaliknya, pihak B dan keluarganya akan menyebut si A sebagaikaokapati.Dalam kaitannya dengan kelompok keluarga ini, di dalamnya juga ada pengorganisasian yang biasa mereka lakukan. Anggota keluarga yang paling tua akan diangkat menjadi ketua. Adik perempuan si ketua biasanya akan menjadi bendahara atau tukang bagi pendapatan di antara keluarga. Sementara itu, anak laki-laki dari ketua akan menjadi sekretaris. Dalam istilah modern, urutan ini yang disebut lingkaran pertama dalam kelompok. Merekalah yang mempunyai wewenang terbesar dalam kelompok keluarga.Hal yang sama juga akan tampak dalam pembagian lahan di dusun sagu atau dusun kelapa. Ketika membicarakan pembagian dusun sagu, mereka menyatakan bahwa dusun itu pertama-tama harus dibagi berdasarkan taparu. Selanjutnya, dusun itu dibagi-bagi per keluarga yang terdapat di dalam taparu.Dengan gambaran seperti di atas, kita dapat mengerti mengapa mereka selalu bersama-sama dalam satu kelompok untuk pergi ke dusun sagu atau kelapa. Pola dasar pembagian sumber ekonomi yang telah tertata itu juga membuktikan bagaimana eratnya hubungan antarkeluarga di antara mereka di dalam satu taparu.Karena itu, orang di luar keluarga tak akan bisa mengambil bagian yang menjadi milik satu keluarga.

sumber :

Ciri-Ciri Organisasi Sosial
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Ilmu organisasi merupakan ilmu yang penting dimiliki, karena dalam kehidupan kita tidak lepas dari organisasi. Di mulai dari lingkungan yang sederhana dari keluarga, hingga struktur yang rumit seperti organisasi pemerintahan.
a.       ciri-ciri organisasi, yaitu :
1.    Adanya komponen ( atasan dan bawahan) .
2.    Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang).
3.    Adanya tujuan .
4.    Adanya sasaran .
5.    Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati .
6.    Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.

b.      Ciri-ciri Organisasi Modern
1. Organisasi bertambah besar
2. Pengolahan data semakin cepat
3. Penggunaan staf lebih intensif
4. Kecendrungan spesialisasi
5. Adanya prinsip-prinsip atau azas-azas organisasi
6. Unsur-unsur organisasi lebih lengkap

Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Teori Organisasi
Teori Organisasi muncul pada abad 19 yang dilatar belakangi oleh revolusi Inggris dan kelahiran perusahaan raksasa yang ada di Amerika Serikat.
Teori klasik kadang disebut teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun seribu elapan ratusan.Dalam hal ini,organisasi secara umum digambarkan oleh para teoritis klasik sebagai sangat sentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialiassi,serta menberikan petunjuk mekanisme structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas. Teori klasik berkembang dalam 3 aliran yang dibangun atas dasar anggapan-anggapan yang sama dan mempunyai efek yang sama, yaitu :teori birokrasi,teori administrasi dan teori manajemen ilmiah.
Teori organisasi Neoklasik. Teori  neoklasik dikenal sebagai teori hubungan manusiawi dan dikembangkan atas dasar teori klasik.Anggapan dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya,sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama. Percobaan-percobaan di Howthrone yang dilakukan dari tahun 1924 sanmpai 1932 menandai permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi.Percobaan ini merupakan kristalisasi teori neokalsik.Penemuan Howthrone telah menambah dimensi baru bagi teori organisasi.Dan pada akhirnya percobaan-percobaan Howthrone menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.
Teori organisasi modern disebut juga analisa system pada organisasi merupakan aliran terbesar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen.Teori ini melihat bahwa semua unsure organisasi merupakan satu kesatuan dan saling ketergantungan yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil,tetapi organisasi merupakan system yang terbuka.

Klasifikasi Teori Organisasi terdiri dari beberapa bagian besar, yaitu :
  1. Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional)‏.
o   Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.

2.      Teori Birokras
o   Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.

3.      Teori Administrasi
o   Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika.Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah :
a.       Pembagian kerja (division of work)
b.      Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility)
c.       Disiplin (discipline)
d.      Kesatuan perintah (unity of command)
e.       Kesatuan pengarahan (unity of direction)
f.       Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi
g.      Balas jasa (remuneration of personnel)
h.      Sentralisasi (centralization)
i.        Rantai scalar (scalar chain)
j.        Aturan (oreder)
k.      Keadilan (equity)
l.        Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel)
m.    Inisiatif (initiative)
n.      Semangat korps (spirit de corps)

o   Manajemen Ilmiah
a.       Manajemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen ilmiah. Pendapat pertama mengatakan manajemen ilmiah adalah penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Pendapat kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.

  1. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)‏
o   Teori neoklasik secara sederhana sebagai teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendifinisikan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.

  1. Teori Organisasi Modern
o   Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen. Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan system terbuka.

Unsur – Unsur Organisasi
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut :
1. Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama
Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.

2. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang
Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.

3. Jelas tugas kedudukannya masing-masing
Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.

4. Ada tujuan tertentu
Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi  tidak baik. Selain itu dengan cara mengorganisasi secara baik akan mendapat keuntungan antara lain sebagai berikut :
- Pelaksanaan tugas pekerjaan mempunyai kemungkinan dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif

Organisasi juga mempunyai unsur-unsur pendukung agar bisa berjalan dan terlaksana, berikut unsur-unsur organisasi :
Man
Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (nonmanagement/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

Kerjasama
Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

Tujuan Bersama
Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network).

Peralatan (Equipment)
Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

Lingkungan (Environment)
Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan. Dan juga beberapa tujuan tertentu,

Pemahaman Unsur-Unsur Organisasi
Unsur-unsur dasar organisasi dipahami secara selektif untuk menciptakan evaluasi dan reaksi yang menunjukan apkah yang dimaksud oleh setiap unsur dasar tersebut dan seberapa baik unsur-unsur ini beroperasi bagi kebaikan anggota organisasi.
Unsur-unsur organisasi tidak secara langsung menciptakan iklim komunikasi organisasi, tetapi bergantung pada persepsi anggota organisasi mengenai :
  1. Nilai hukum dan peraturan tersebut
  2. Kegiatan-kegiatan yang dikenai hukum dan peraturan tersebut

Pengaruh Komunikasi
Iklim komunikasi dapat menjadi salah satu pengaruh yang paling penting dalam produktivitas organisasi, karena iklim mempengaruhi usaha anggota organisasi. Usaha dalam hal ini merujuk kepada penggunaan tubuh secara fisik dalam bentuk mengangkat, berbiara, atau berjalan, dan memecahkan masalah.
Usaha biasanya terdiri atas 4 unsur :
  1. Aktivitas
  2. Langkah-langkah pelaksanaan kerja
  3. Kualias hasil
  4. Pola waktu kerja

Kesediaan untuk melakukan usaha sungguh-sungguh atas nama organisasi adalah satu dari tiga factor komitmen organisasi. Kepercayaan yang kuat serta penerimaan atas tujuan serta nilai-nilai organisasi, dan keinginan yang besar untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi adalah dua factor komitmen organisasi lainya.
Iklim komunikasi dalam organisasi mempunyai konsekuensi penting bagi pergantian dan masa kerja pegawai dalam organisasi. Iklim komunikasi yang positif cenderung meningkatkan dan mendukung komitmen pada organisasi. Proses-proses interaksi yang terlibat dalam perkembangan iklim komunikasi organisasi juga memberi andil pada beberapa pengaruh penting dalam restrukturisasi, reorganisasi, dan dalam menghidupkan kembali unsur-unsur dasar organisasi.

Kepuasan Komunikasi Organisasi
Kepuasan atas komunikasi kadang-kadang dikacaukan dengan iklim komunikasi , alasannya adalah bahwa iklim, merupakan fungsi dari bagaimana kepuasan anggota terhadap komunikasi dalam organisasi. Kepuasan menggambarkan suatu konsep individu dan konsep mikro sedangkan iklim merupakan konsep makro dan konsep gabungan.
Kepuasan juga menggambarkan evaluasi atas suat keadaan internal afektif, sedangkan iklim merupakan deskripsi kondisi eksternal bagi indivivu. Iklim terdiri dari suatu citra gabungan entitas atau fenomena global, seperti komunikasi atau organisasi. Kepuasan menggambarkan reaksi afektif individu ata shasil-hasil yang dinginkan yang berasal dari komunikasi yang terjadi dalam organisasi.
Istilah kepuasan komunikasi digunakan untuk menyatakan keseluruhan tingkat kepuasan yang di rasakan pegawai dalam lingkungan awl komunikasinya. Meskipun komunikasi terlihat bertumpang tindih dengan iklim komunikasi.Kepuasan komunikasi ini cenderung memperkaya gagasan iklim dengan menyoroti tingkat individu dan pribadi.
Analalisis Down dan Hazen (1977) mengidentifikasikan bahwa kepuasan komunikasi terdiri dari 8 dimensi, yakni :
  1. Sejauh mana komunikasi dalam organisasi memotivasi dan merangsang para pegawai untuk memenuhi tujuan organisasi dan untuk berpihak kepada organisasi.
  2. Sejauh mana penyelia terbuka pada gagasan, mau mendengarkan dan menawarkan bimbingan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan.
  3. Sejauh mana para individu menerima informasi tentang lingkungan kerja saat itu
  4. Sejauh mana pertemuan-pertemuan diatur dengan baik, pengarahan tertulis singkat dan jelas, dan jumlah komunikasi dalam organisasi cukup.
  5. Sejauh mana terjadinya desas-desus dan komunikasi horizontal yang cermat dan mengalir bebas.
  6. Sejauh mana informasi tentang organisasi sebagai suatu keseluruhan memadai.
  7. Sejauh mana para bawahan responsive terhadap komunikasi kebawah dan memperkirakan kebutuhan penyelia.
  8. Sejauh mana pegawai merasa bahwa mereka mengetahui bagaimana mereka dinilai dan bagaimana keinerja mereka dihapus.

Sumber :